Kekentalan Secangkir Kopi

Malam ini ditemani sebatang rokok dan secangkir kopi , kamu sendirian didalam kamar yang gelap dengan hanya satu pancaran sinar lampu neon yang berada di ruang makan, sembari melepas lelah dan memikirkan kembali sebenarnya hendak dibawa kemanakah kamu ini ?

Setelah berbagai rentetan kejadian yang cukup menghebohkan juga banyak sekali mengecewakan kini kamu berada didalam sebuah kondisi dimana keadaan semakin sulit dan tidak terkendali serta tidak jelas hendak kemanakah kamu sebenarnya dan hendak dibawa ke jalan manakah kamu selanjutnya.

Sehisap dua hisap kunikmati dengan tanpa ada bekas sama sekali ! tidak seperti biasanya atau dahulu dimana kamu merasakan dan menikmati sebatang rokok dua batang rokok dan ditemani kemudian dengan satu cangkir kopi yang dituang kedalam lepek sedikit demi sedikit dengan mengharapkan aroma yang khas , rasa yang manis dan suasana yang nikmat karena diselimuti oleh kekentalan se gelas atau se-cangkir kopi.

Hidup kamu cukup beruntung namun juga tidak terlalu bagus, pun perjalanan hidup kamu seperti layaknya cikar yang beroda kotak , segi enam , segi delapan , segi dua belas atau segi lainnya , dengan kata lain tidak semulus roda lingkaran yang semestinya dipergunakan sebagaimana layaknya kendaraan pada umumnya.

Fenomena hidup ini disebut koma atau tidak maju pun demikian tidak mundur melainkan berada dalam keadaan tertentu dimana kamu dibawa ke sana kemari tanpa arah dan tujuan yang jelas dan pasti pun demikian tanpa visi misi serta cita cita yang hendak dicapai nantinya. 

Hidup yang demikian pada dasarnya tidak dikehendaki oleh siapapun dan tidak pula di inginkan oleh makhluk manapun bahkan binatang ternak sekalipun.


Blog, Updated at: 6:16 AM

0 comments:

Post a Comment